Selesai makan mie ongklok di Resto Edelweis milik Pak Pawit, kami singgah dulu ke basecamp pendakian Gunung Prau. Basecamp pendakian Gunung Prau ada 4, yaitu via Patak Banteng, via ... , via Dieng dan via Dwarawati. Kita memilih jalur via Dwarawati karena itu yang terdekat dari tempat penginapan. Sampai di basecamp, kita tanya - tanya sama mas - mas yang jaga, gimana jalurnya, suhuya, aman ga kalau kita naik dini hari. Setelah berdiskusi, kita bayar tiket 10.000 per orang (termasuk asuransi jasa raharja 200 rupiah). dan dikasih peta jalur pendakian.
 |
| via Dwarawati |
Kita balik ke penginapan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Istirahat sejenak sebelum start jalan pukul 02.00 dini hari (rencana awal pukul 01.00, tapi ya karena telat bangun, hehehe).
Jalan sampai pos 1 dianter sama mas - mas yang ada di basecamp, setelah itu kita lanjutin sendiri. Kebetulan di pos 1 ada tenda, ada yang jaga, jadi bisa istihat sejenak, Kalau pos 2 dan pos 3 cuma ada plang penanda doang.
Jalan yang kita lalui dari basecamp menuju pos 1 nanjak terus (dikit banget bonusnya), lewat tengah kebun masyarakat sana, tanahnya kering, siap - siap aja dengan debunya. Dari pos 1 menuju pos 2 cukup seneng sama bonus jalannya walaupun perjalanannya lebih panjang dari basecamp menuju pos 1. Di perjalanan menuju pos 2 kita mulai diterpa angin kencang, dinginnya sampai ke tulang. Bbbrrr...
Dari pos 2 ke pos 3, jalannya kembali nanjak terus, bahkan yang bikin lebih capeknya itu karena ada anak - anak tangga, entah itu dari batu dan akar - akar pohon.
Pos 3 menuju puncak, kita lewat dekat pemancar, alhasil jalan sedikit lebih jauh. Dari pemancar itu jalanan udah bonus semua deh ( bisa terlihat di peta).
Kita jalan sangat santai, banyak istirahatnya. Sampai puncak sekitar pukul lima kurang dikit, lebih kurang 3 jam perjalanan. Jalan pake masker bikin sesak nafas, buka masker malah dingin, semua jadi ingusan :p. Demi sunrise di awal bulan.
 |
| Sunrise waktu sampai puncak |
 |
Beautiful view, matahari akan segera nongol
|
 |
| More Closely |
 |
| energi full lagi sampai di puncak, angin kencang, udah pakai kacamata, tetep aja kelilipan |
 |
| Matahari sudah mulai tinggi |
 |
| Mengejar matahari hingga 2565 mdpl tepat di tanggal 01 November 2015 |
 |
| Jangan Lupa Bahagia :) |
 |
| Beberapa yang nge-camp |
 |
| Dari puncak kelihatan telaga warna, bukit yang sudah jadi lahan perkebunan masyarakat, beberapa kelompok pemukiman |
 |
Pemandangan jalan turun : bukit, lembah, gunung dan langit beserta awan
|
Kalau kita jalan terus ke ujung melewati area pendirian tenda, kata orang pemandangannya akan lebih bagus lagi. Banyak gunung lain yang kelihatan dan tentunya lautan awan putih bersih.
Jika ada kesempatan kedua kita kesini, kita cobain ngecamp ya. Pasti lebih seru kayaknya. bisa masak mie, teh dan kopi yang udah kita bawa ke atas. Ga peru dibawa turun lagi, hahaha.
Kebetulan karna kesasar entah dimana jalur naik sama jalur turun kita berbeda. Kita turun via jalur Dieng, muter - muter lebih jauh namun jalannya banyak anak tangga dan jalan datar juga.
 |
| Jalan turun, masih 05.41 AM udah terang benderang (dari HP Tesha) |
 |
| Sepanjang jalan pulang ditemani bunga - bunga ini |
 |
| Masak air, untuk bikin pop mie dan kopi setelah sholat |
 |
| Jalan bonus (datar) waktu turun via Dieng |
0 komentar:
Posting Komentar